Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional

jx5OwCxAaVv5zrjd7VKve3SBRNYHxulXL--yZMY7TtHBeasSswMDQJwQkJveRVQ6GtpBoA3YtzalP00-WwMPbQxykBjpOyZP_SvtZ4UEsMGq5zescm7RFcwiRcgNYLb3I0eax26oMlpLBMnlLFkxEMU


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh


Salam dan bahagia,


Pada kesempatan ini saya, Aris Yuliyanto Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Gunungkidul dari SMP Negeri 1 Karangmojo akan menyampaikan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional. 


Pada dua minggu terakhir, setelah mempelajari Modul 2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Murid ini saya mempelajari modul berikutnya, yaitu Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional. Pada jurnal refleksi kali ini saya menggunakan model Six Thinking Hats atau Teknik 6 Topi.


Topi Putih (Facts)


Rangkaian kegiatan pada Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah sebagai berikut:

3 November 2023; Mulai dari Diri dan Eksplorasi Konsep - Mandiri

Pada alur mulai diri Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional, CGP diminta merefleksikan tentang kompetensi sosial dan emosional, yaitu peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan juga pemahaman tentang murid, serta harapan bagi diri sendiri dan murid.

Pada alur Eksplorasi Konsep Mandiri, saya mempelajari tentang konsep Pembelajaran Sosial Emosional secara menyeluruh baik dengan membaca artikel maupun menyimak video, kemudian menjawab pertanyaan atau memberikan komentar pada LMS, meskipun masih terdapat kesulitan dalam memahaminya.

6-7 November 2023; Eksplorasi Konsep - Forum Diskusi

Pada alur Eksplorasi Konsep - Forum Diskusi, saya melakukan diskusi dengan teman CGP maupun fasilitator. Di mana kami, CGP, diminta untuk menanggapi 5 kasus yang disediakan digunakan sebagai bahan diskusi. Kemudian, kami juga menanggapi jawaban teman. 

8 November 2023; Ruang Kolaborasi - Sesi 1

Pada alur ini, kami bertemu secara tatap mata mulai pukul 15.00. Pada ruang kolaborasi sesi 1 ini, kami mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang materi dari fasilitator, Ibu Rosiyanah. Pada ruang kolaborasi kali ini saya bergabung menjadi 1 kelompok bersama Ibu F. Riatri Susanti dan Ibu Anny Rochmayanti. Kami berdiskusi untuk menyusun ide implementasi Pembelajaran Sosial Emosional untuk murid dan Penguatan Kompetensi Sosial Emosional untuk pendidik dan tenaga kependidikan. 

yWepft4CpYhu1Hkm_lDFwOR2Pg0gRgvLJ4mBCJkd63L-KoAvnxF2yS4c7yRCsjNau3EwIbnideZBnxiAcG_Tyctgz0465L7-Od_UqdTEjHNmZRfAJ-w3CXehW6sdK53XGIt_-mvjrrWa0lrtKvvlwoM

Gb. 1. Ruang Kolaborasi Sesi 1


10 November 2023; Ruang Kolaborasi - Sesi 2

Pada ruang kolaborasi sesi 2, kami mendapatkan giliran untuk presentasi urutan ke-4, dengan pembagian tugas saya sebagai Moderator, Ibu Anny R. sebagai Presenter, dan Ibu F. Riatri Susanti sebagai penjawab. 

kPaOQN3eUzUn_0tDYHtY35ZJh3TwXRRIVsv9vz3X0Ce60-YzyL-WOlk4pcvGkTuEsFVkK--9PVHCYgJBM6zO6DV4OdI5jg7jJQw6Uyn4AgIxBMHnxG3o5LzLZs8rmAAKfhDuBxniV8MRbYi086vdRA8

Gb. 2. Ruang Kolaborasi Sesi 2



Topi Merah

Sebelum mempelajari modul 2.2 ini saya beranggapan bahwa pembelajaran sosial dan emosional tidak perlu diterapkan dalam pembelajaran, hanya bisa diterapkan dengan pembiasaan dan pengarahan/nasihat-nasihat saja. Ternyata pembelajaran sosial dan emosional perlu untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas yang akhirnya akan mendukung pembelajaran yang berpihak pada murid.

Saya pun beranggapan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan tidak begitu perlu penguatan sosial emosional karena seiring berjalannya usia sosial emosional tersebut akan terbentuk. Namun ternyata, meskipun sudah menjadi guru atau tenaga kependidikan, sosial emosional yang dimiliki perlu dikuatkan. Dengan demikian akan mendukung proses pembelajaran di lingkungan sekolah.


Topi Kuning

Saya melihat banyak manfaat dari pembelajaran sosial dan emosional, antara lain:

  • Memahami kondisi sosial emosional murid, pendidik, serta tenaga kependidikan sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat.

  • Mendukung pembelajaran di kelas. Sebagai contoh dengan adanya mindfullness akan mengembalikan siswa pada arah pembelajaran di kelas yang semestinya, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai, meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being).


Topi Hitam

Meskipun pembelajaran sosial dan emosional memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, antara lain:

  • Membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang pembelajaran sosial dan emosional agar dapat memahami sosial dan emosional murid, pendidik, dan tenaga pendidik.

  • Membutuhkan strategi yang tepat agar dapat melaksanakan pembelajaran sosial dan emosional sehingga dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal.


Topi Hijau

Berikut adalah beberapa ide untuk mengembangkan pembelajaran sosial dan emosional di kelas saya:

  • menyiapkan rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional di dalam kelas

  • membuat kegiatan sebagaimana pembahasan kelompok Ruang Kolaborasi yang saya lakukan, di antaranya dengan membuat Payung Emosi. Payung Emosi ini nantinya akan saya kembangkan dalam bentuk digital, sehingga mudah diakses murid.


Topi Biru

Setelah mempelajari modul 2.2 tentang pembelajaran sosial dan emosional, guru perlu berupaya lebih memahami pembelajaran sosial dan emosional, kemudian menerapkannya dalam pembelajaran di kelas. Saya akan terus belajar dan mengembangkan diri untuk menjadi guru yang lebih profesional dan kompeten dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional.

Saya berharap dengan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional, murid-murid saya dapat mencapai kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal.

Posting Komentar

0 Komentar