Jurnal Refleksi Modul 1.4 Budaya Positif

 V5JCRPHAj2d84VoAhG1RzuFO0yIaqSBhMv_zBeRiTZvq1vVriF52vYPMYbGe2NZnJ56H2yum51s1uiwlbR21tV7sEi_ukcHNiuXd76MMS56zRMjui9gP-hy2n-A_850V-kztLkLw6xz2gyKAWaXhaMI

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Salam dan bahagia,

Pada kesempatan ini saya, Aris Yuliyanto Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Gunungkidul dari SMP Negeri 1 Karangmojo akan menyampaikan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 tentang Budaya Positif. 


Jurnal refleksi dwi mingguan modul 1.4 tentang Budaya Positif ini dibuat setelah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak secara berkala, tepatnya setiap dua minggu. Dalam kesempatan kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya terhadap kegiatan-kegiatan yang telah saya ikuti pada modul 1.4 tentang Budaya Positif menggunakan model 1 yang lebih dikenal sebagai model 4F 1. Fakta, 2. Perasaan, Temuan dan Masa Depan, yang pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Roger Greenaway. Model 4F dapat disederhanakan menjadi 4P Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran dan Penerapan. 


  1. Peristiwa 

Setelah mempelajari modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara, Modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak, dan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak, Calon Guru Penggerak Angkatan 9, memasuki Modul 1.4 yang membahas Budaya Positif. 

Pada alur Mulai dari Diri yang dimulai pada 30 September 2023. Alur ini pada hari yang sama dimulai pula alur Eksplorasi Konsep. Tugas pertama adalah menjawab empat pertanyaan: 1) Apa pentingnya menciptakan suasana positif di lingkungan CGP? 2) Bagaimana CGP menciptakan suasana positif di lingkungannya? 3) Apa hubungan antara menciptakan suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak kepada murid? 4) Bagaimana penerapan disiplin saat ini di sekolah CGP, apakah sudah efektif, bila belum, apa yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan? Juga, pertanyaan tambahan tentang refleksi diri, harapan pribadi, harapan untuk siswa, dan ekspektasi. Namun, pada kedua alur tersebut pada hari pertama saya belum dapat mengerjakan, karena pada hari itu tiba-tiba saya sakit, sehingga harus istirahat sejenak. Baru pada keesokan harinya, tanggal 30 September 2023 saya mencoba untuk menyelesaikan tahap alur Mulai dari Diri sambil mengerjakan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan.

Alur Eksplorasi Konsep pada modul ini, menurut saya memang cukup berat. Karena di dalamnya saya harus belajar enam materi esensial dalam modul 1.4, yakni: 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal; 2) Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi; 3) Keyakinan Kelas; 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas; 5) Lima Posisi Kontrol; dan 6) Segitiga Restitusi. Di mana pada setiap bagian ada beberapa pertanyaan ataupun pernyataan yang harus dijawab. Saya pun belum dapat maksimal untuk mengerjakan tugas tersebut, karena sakit vertigo saya belum sembuh. Saya pun baru bisa memaksimalkan mengerjakan tugas tersebut pada hari Kamis, 5 Oktober 2023.

Pada alur Ruang Kolaborasi sesi 1 tanggal 6 Oktober 2023, saya bertemu dengan fasilitator, Ibu Rosiyanah dan teman CGP satu kelas di ruang maya. Pada kesempatan ini saya dapat berkolaborasi dengan teman kelompok saya, yaitu Ibu Yeni Prihantini, dan teman dari kelompok lain yaitu Ibu Fransiska Riatri Susanti dan Ibu Purnami. Sangat senang bertemu dengan beliau-beliau ini, karena keaktifan dalam kelompok saat diskusi. Pada sesi 2, Senin, 9 Oktober 2023, kami berkesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi, yaitu penyelesaian Kasus. Saya pun mendapat kesempatan sebagai presenter. 

weWtO3UjYyvff_c5xXPZS5uJK3hg7EgHhegZhkr814bqTTtEslh2qgVUGiD-phRxq5WfFXpffoKIu92PGkLGmZ8Mwuau1gK1NRpxtS1oqwwT6GhDc38UXYxI9kxz8xXJ1I9JoYQCzirJGF8uONB1n7E

Gb. 1 Ruang Kolaborasi sesi 2, Presentasi Kelompok

Pada alur Demonstrasi Kontekstual, 10-11 Oktober 2023, tugas CGP adalah membuat dua skenario penerapan segitiga restitusi dan merekam video penerapannya bersama siswa. Pada hari pertama, saya belum dapat melaksanakan karena saat itu sedang ada Penilaian Prestasi Kerja Kepala Sekolah (PPKKS) sehingga harus membantu pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, siswa pun melaksanakan pembelajaran secara daring. Sehingga baru bisa melaksanakan perekaman video pada hari berikutnya.
m431Gx0SwVHOlan9hk73uuUy5Fp0BVExdOpS67ezUJ38ZN58hRNnoO9aGg564DMoG7sxwFWbD-CdVX7MaMNSX77V06k_oWAPFaw0bb1PNjF8oYLXW3zcmgyFXK3sos_ArADFuhkEcDl5FLppfz40rxU

Gb. 2. Kegiatan Penilaian Prestasi Kerja Kepala Sekolah


Pada hari Rabu, 11 Oktober 2023, saya mencoba menerapkan langsung segitiga restitusi pada kasus yang benar-benar terjadi, hari itu, yaitu Megan Abinaya Firdaus (9D) yang terlambat datang ke sekolah. Setelah saya melakukan restitusi pada anak tersebut, saya mengetahui dan menyadari, ternyata hal ini yang diinginkan siswa. Siswa menginginkan penanganan kasus keterlambatan dengan cara yang baik, bukan pelanggaran langsung diberikan hukuman. Pada hari itu, saya pun mendapatkan laporan bahwa ada siswa yang membawa kartu remi dan memainkannya di kelas. Namun, karena laporan tersebut saya terima setelah selesai KBM, saya baru dapat menangani kasus tersebut pada hari Kamis, 12 Oktober 2023. 

0-2ljBIO8PGHxpSQR5hZF9YBuCrkff0lp65XppvNz3sKncon_A_alW6QvhLhs6Fdv1KpSCi4XWvrW47ECUW89QumBtv8pRv6r0QsZ7NAGjOUo4ChduVxNEsVh_tCWUTXtMzh4XwA-8OwwkoKEYKNlXA

Gb. 3. Penerapan segitiga restitusi pada siswa terlambat

Pada tanggal 12 Oktober 2023, setelah saya melakukan penanganan dengan segitiga restitusi, anak menyatakan bahwa penangan kasus yang saya lakukan akan dapat membuat mereka jera, daripada ketika melakukan pelanggaran kemudian dihukum atau diberikan konsekuensi dengan membersihkan lingkungan sekolah ataupun kegiatan lainnya. Hal ini kembali menyadarkan saya bagaimana seharusnya saya yang merupakan guru, sekaligus staf di kesiswaan SMPN 1 Karangmojo menangani kasus-kasus yang ada. 

ttYoWZ7cwEUjybzgdIkJ2dKAbGPzPGf4imYznwlYbA05HMDoh1k5IAjUwm1AfOIK078DrM8qzZvueFBWwEDEYPmT5DhiN9pkEn6SkdS0u-8WeCly7lzMghH87hR0JHXDRYMCLCfHWI2zucvUup9x7Ew

Gb. 4. Penerapan segitiga restitusi pada siswa yang membawa dan bermain kartu remi di dalam kelas


Pada alur Elaborasi Pemahaman, 12 Oktober 2023 saya memperdalam pemahaman saya tentang modul 1.4 melalui pertanyaan yang mendalam kepada instruktur, yang dipandu oleh Sri Subekti, dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang. 

Pada alur Koneksi Antar Materi, CGP mengaitkan antar materi dari modul-modul sebelumnya dan menjelaskan pemahaman serta sorotan pribadi tentang konsep-konsep yang telah dipelajari. 

Pada tanggal 14 Oktober 2023, kami mendapatkan undangan untuk mengikuti Lokakarya 2 yang bertempat di SMAN 2 Playen, Gunungkidul. Di mana kami bertemu PP, Ibu Dwiastuti Ari Siswandari dan teman CGP satu kelompok, bersama 2 kelompok lain dari PP Bapak Tumijo dan Bapak Akom.

teyAkGUftt4aFOUnsrkpYML7GeLUkOjkmBO7v8yW68OdrgATymo9EYtzpu8Kp2SJvjJwq_BLQNsmYP9uY-AbJRlmDpkx8RfDbmd56m2Zqza4ezAu27hI3M-U8o37_cFWngpidjCix-tSy2SSDy-t26s

Gb. 5. Praktik Penerapan segitiga restitusi saat Lokakarya 2

sYcgFQIQ7A-7C0PCZqOVolNq9ny0VRpQboLVk6hp8JmrE_vTihnq5h1Tc01vNk4HpVRC94MDioLV-Gdd2MPVmFWxp38cgqf600pzJLyl63qt80IjgQ_mk0abrFTNqK0zkUxgxyT-KvJI2lxL6WdnWoM

Gb. 6. Foto bersama setelah penutupan Lokakarya 2


Sedangkan pada Aksi Nyata baru akan dilaksanakan minggu mendatang, di mana CGP menerapkan langsung dari materi yang dipelajari. Di sini saya akan melaksanakan Sosialisasi atau diseminasi Penerapan Budaya Positif di Sekolah. 


  1. Perasaan 

Selama menjalani Modul 1.4 Budaya Positif, perasaan saya menjadi beragam. Saya merasakan cukup berat untuk memahami dan melaksanakan tugas pada modul ini. Selain karena pada awal modul saya dalam kondisi sakit, terdapat pula berbagai kegiatan sekolah yang bersamaan dan tidak bisa ditinggalkan. Sehingga harus mengatur strategi agar dapat menyelesaikan tugas, namun kesehatan tetap terjaga. 


  1. Pembelajaran

Salah satu pembelajaran menarik bagi saya dalam modul ini bahwa penghargaan bisa memiliki dampak yang sama dengan hukuman istilahnya adalah dihukum oleh penghargaan. Ini mengubah pandangan saya tentang pemberian penghargaan, karena bisa memotong kreativitas dan mengurangi motivasi intrinsik. Demikian pula halnya, pemberian hukuman/konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan siswa. Di mana sebelumnya, hal ini cukup sering saya lakukan. Meskipun saya juga sering berpikir, “Mengapa siswa sudah diberikan sanksi dari ringan sampai terberat belum bisa jera juga?” Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk memberikan keteladanan positif yang lebih baik dalam menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah.

Beranjak dari sini saya menyadari bahwa pembelajaran adalah proses yang tidak berhenti. Saya akan terus belajar dan memberikan keteladanan dalam upaya menanamkan budaya positif. Budaya positif datang dari pikiran positif, dan tindakan ini akan membentuk karakter positif. 


  1. Penerapan   

Setelah menggali pengetahuan dari modul ini, saya berkomitmen untuk terus meningkatkan diri dan menjadi contoh bagi murid-murid dalam menumbuhkan budaya positif. Saya akan lebih mendekati siswa, memahami kebutuhan mereka, dan menjalankan peran dalam membentuk karakter positif di lingkungan sekolah. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan pelajar yang memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila. 

Posting Komentar

0 Komentar